Jumat, 11 Januari 2013

PENGARUH PROFESIONALISME GURU TERHADAP MUTU PENDIDIKAN ( PENELITIAN PADA SMPN 1 SYAMTALIRA BAYU )


PROPOSAL SKRIPSI

PENGARUH PROFESIONALISME GURU
TERHADAP MUTU PENDIDIKAN
( PENELITIAN PADA SMPN 1 SYAMTALIRA BAYU )


Diajukan oleh :




HAMID AFRIZAL
Mahasiswa Jurusan Tabiyah
Program Studi Pendidikan Agama Islam
Nim : 082102743





SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
MALIKUSSALEH – LHOKSEUMAWE
2011 - 2012



KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan karunianya penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian ini. Selawat dan salam tercurahkan kepada junjungan alam baginda Rasulullah SAW, yang merupakan sosok teladan yang menjadi penuntut muslim.proposal ini berjudul Sistem Pendidikan Tahfizhul Qur’an Pondok Pesantren Ulumul Qur’an Stabat Sumatera Utara
Tujuan penulisan proposal penelitian ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat membuat skripsi pada jurusan Tarbiyah Prodi PAI STAIN Malikussaleh Lhokseumawe. Dalam mengerjakan proposal penelitian ini tidak terlepas dari dukungan dan bantuan dari berbagai pihak.  Oleh karena itu ucapan terima kasih penulis yang tak terhingga penulis sampaikan kepada mereka yang telah berjasa besar bagi penulis.
Akhir kata, penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan proposal penelitian ini dari awal sampai akhir. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
      Penulis

Lhokseumawe, 02 Mei 2012



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………….            i
DAFTAR ISI……………………………………………………………...  ii
A.    Latar belakang masalah………………………………………..   1
B.     Identifikasi masalah……………………………………………  4
C.     Fokus penelitian………………………………………………..  5
D.    Pertanyaan penelitian…………………………………………..  5
E.     Tujuan penelitian………………………………………………   5
F.      Defenisi operasional…………………………………………..    6
G.    Manfaat Penelitian…………………………………………….   7
H.    Landasan teoritis………………………………………………   8
1.      Pengertian Tahfizhul Qur’an…………………………     8
2.      Metode dalam menghafl Qur’an…...…………………    9
I.       Metode penelitian……………………………………………..   10
1.      Lokasi dan waktu penelitian………………………….    10
2.      Jenis penelitian………………………………………..    10
3.      Subjek penelitian………………………………………   10
4.      Instrument penelitian………………………………….   11
5.      Teknik pengumpulan data…………………………….    11
6.      Teknik analisis data……………………………………   13
DAFTAR KEPUSTAKAAN……………………………………………. 14

  
 
BAB I
PENDAHULUAN
A.       Latar belakang
Penyelenggaraan lembaga–lembaga pendidikan di negara manapun di dunia dipandang sebagai suatu program yang bernilai strategis. Hal ini berdasarkan satu asumsi bahwa proses pendidikan merupakan sebuah proses yang dengan sengaja dilaksanakan semata–semata bertujuan untuk mencerdaskan bangsa. Melalui proses pendidikan akan terbentuk sosok–sosok individu sebagai sumber daya manusia yang akan berperan besar dalam proses pembangunan bangsa dan negara. Oleh karena itu peran pendidikan demikian sangat penting sebab pendidikan merupakan kunci utama untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas[1]­.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan merangkum segi-segi intelektual, afektif dan psikomotorik manusia, juga menyentuh cipta rasa dan karsa. Pendidikan juga merangsang pikiran-pikiran, perasaan dan kehendak manusia untuk bertindak secara bijaksana dengan mempertimbangkan lingkungan.
Salah satu permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah. Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Namun demikian, berbagai indikator mutu pendidikan belum menunjukkan peningkatan yang merata. Sebagian sekolah, terutama di kota-kota, menunjukkan peningkatan mutu pendidikan yang cukup menggembirakan, namun sebagian lainnya masih memprihatinkan. Berbicara mengenai keterpurukan mutu pendidikan di Indonesia dengan berbagai indikatornya, memang tidak akan habis-habisnya. Tetapi yang lebih penting dari pada itu adalah bagaimana cara mengatasinya.
Guru yang bermutu adalah mereka yang mampu membelajarkan murid secara efektif, sesuai dengan kendala, sumber daya, dan lingkungannya. Di lain pihak, upaya menghasilkan guru yang bermutu juga merupakan tugas yang tidak mudah. Mutu guru juga berarti tenaga pengajar yang mampu melahirkan lulusan yang bermutu, sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan berbagai jalur, jenis, dan jenjang pendidikan. Di lain pihak, mutu guru sangat berkaitan dengan pengakuan masyarakat akan status guru sebagai jabatan profesional.
Guru merupakan ujung tombak keberhasilan pendidikan dan dianggap sebagai orang yang berperanan penting dalam pencapaian tujuan pendidikan yang merupakan percerminan mutu pendidikan. Guru merupakan unsur penting dan berpengaruh dalam proses pendidikan dan pengajaran. Tenaga guru merupakan tenaga yang penting yang tidak boleh, tidak ada. Bagaiamanapun baiknya unsur lain, tetapi bila tidak didukung oleh unsur guru yang profesional maka pelaksanaan program pendidikan tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Kunci keberhasilan pelaksanaan program pendidikan dan pengajaran sangat ditentukan oleh guru yang melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.
Berikut ini merupakan sepuluh ciri guru profesional :
1. Selalu punya energi untuk siswanya
Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama.
2. Punya tujuan jelas untuk pelajaran
Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.
3. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa  mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.
4. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif,  membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.
5. Bisa berkomunikasi dengan baik orang tua
Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum, disiplin, dan isu lainnya. Mereka membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi  panggilan telepon, rapat, email dan sekarang twitter.
6. Punya harapan yang tinggi pada siswanya
Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka.
7. Pengetahuan tentang kurikulum
Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga memastikan pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.
8. Pengetahuan tentang subjek yang diajarkan
Hal ini mungkin sudah jelas, tetapi kadang-kadang diabaikan. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa untuk subjek yang mereka ajarkan. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa, bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif.
9. Selalu memberikan yang terbaik  untuk anak-anak dan proses Pengajaran
Seorang guru yang baik bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupan  mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya, sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa.
10. Punya hubungan yang berkualitas dengan siswa
Seorang guru yang baik mengembangkan hubungan yang kuat dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat dipercaya.
Sikap guru terhadap proses pembelajaran, akan mewarnai perilaku guru dalam melaksanakan tugas mengajar. Sedangkan mengajar merupakan tugas utama seorang guru yang wajib berdampak positif untuk dirinya dan siswa, baik guru berperan sebagai fasilitator, pembimbing maupun sebagai pencipta lingkungan belajar. Proses pembelajaran itu merupakan proses interaksi akademis antara guru dan siswa ditempat, pada waktu dengan isi yang diatur sedemikian rupa oleh sekolah dengan aspek-aspek pokok yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
Hal inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian dengan harapan pengetahuan tentang hal tersebut dapat mendorong terciptanya sikap profesionalisme guru terhadap proses pembelajaran. Dengan demikian diharapkan sikap positif guru terhadap proses pembelajaran dapat mendorong pula terciptanya iklim proses pendidikan dan pengajaran di kelas yang dapat memperlacar pencapaian tujuan yang diharapkan.
Berdasarkan latar belakang  di atas, maka peneliti tertarik mengangkat permasalahan tersebut untuk dilakukan penelitian dengan judul " Pengaruh Profesionalisme Guru Terhadap Mutu Pendidikan di SMPN 1 Syamtalira Bayu".









B.       Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, menurut peneliti dapat mengidentifikasikan masalah sebagai berikut:
1.      Kurangnya profesionalisme guru dalam melaksanakan strategi pembelajaran
2.      Kurangnya kualitas guru dalam mengimplementasikan pembelajaran pada siswa
3.      Pengaruh profesionalisme guru terhadap mutu pendidikan di SMPN 1 Syamtalira Bayu.

C.       Fokus penelitian
Dari sekian banyak identifikasi diatas, karena peneliti tidak sanggup untuk meneliti semuanya maka peneliti hanya memfokuskan pada pengaruh profesionalisme guru terhadap mutu pendidikan di SMPN 1 Syamtalira Bayu.
D.      Pertanyaan penelitian
Adapun yang menjadi pertanyaan pada penelitian ini adalah bagaimana cara untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam melaksanakan strategi pembelajaran. Dan bagaimana pengaruh profesionalisme guru di SMPN 1 Syamtalira bayu agar mutu pendidikan semakin meningkat.


E.       Tujuan penelitian
Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui bagaimana pengaruh profesionalisme guru terhadap mutu pendidikan di SMPN 1 Syamtalira Bayu.
F.       Manfaat penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini dibagi menjadi dua :
1.      Manfaat teoritis
-         Agar menjadi bahan rujukan untuk adik-adik yang akan datang
-         Untuk menambah referensi pustaka pribadi
-         Untuk menambah daftar karya penulis sendiri
-         Untuk menambah ilmu pengetahuan bagi penulis sendiri dan kepada para pembaca.
2.      Manfaat praktis
-         Untuk menambah pengalaman pribadi
-         Untuk menambah ilmu tentang profesionalisme guru
-         Dan untuk memenuhi syarat mendapatkan mendapatkan gelar S1 pada STAIN Malikussaleh Lhokseumawe Prodi PAI



G.      Metode penelitian
Metode penelitian adalah cara atau strategi menyeluruh untuk mendapatkan data yang diperlukan[2]. Metode penelitian perlu dibedakan dari teknik pengumpulan data yang merupakan teknik yang lebih spesifik untuk memperoleh data. Adapun yang mendefenisikan bahwa metode penelitian diartikan secara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.
1.      Pendekatan penelitian
Dilihat dari pengumpulan data dan teknik analisis data maka penelitian ini termaksud dalam penelitian kualitatif. Kualitatif ialah pendekatan sistematis dan objektif yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hubungan lainnya.[3] Penelitian ini diperoleh dengan pendekatan secara objektif, tidak direkayasa dengan kejadian yang sebenarnya. Seperti yang diteliti pada guru SMPN 1 Syamtalira Bayu.
2.      Subjek penelitian
Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Guru SMPN 1 Syamtalira Bayu, para murid dan penjaga sekolah, para pedagang di sekolah tersebut, dan masyarakat yang berada di sekitar SMPN 1 Syamtalira Bayu
3.      Teknik pengumpulan data
Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah menggunakan tiga teknik yaitu :
a.       Observasi
Observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang diteliti[4]. Observasi menjadi teknik salah satu pengumpulan data apabila :
1.      Sesuai dengan tujuan penelitian
2.      Direncanakan dan dicatat secara sistematis
3.      Dapat dikontrol keadaannya dan kesahihannya
Observasi dilakukan pada SMPN 1 Syamtalira Bayu. Observasi penelitian dilakukan selama  2 minggu, mulai dari tanggal 02 Juni 2012 sampai dengan 18  Juni 2012. Adapun yang diobservasi adalah subjek penelitian guru SMPN 1 Syamtalira Bayu. Observasi penelitian ini dilakukan untuk mengetahui secara detail dampak dari prilaku guru yang terjadi dilokasi penelitian tersebut.
Dari observasi dapat diambil teknik observasi yang dilakukan yang dilakukan menggunakan observasi partisipasi. Partipasi ialah observasi yang terlihat langsung secara aktif dalam objek yang diteliti. Keadaan yang sebaliknya disebut non observasi partisipasi, sedangkan kehadiran observasi yang pura-pura disebut observasi partisipasi.
b.      Wawancara
Adapun yang menjadi wawancara dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Wawancara adalah tanya jawab secara langsung, wawancara ini dilakukan di SMPN 1 Syamtalira Bayu, dalam wawancara ini dilaksanakan selama 1 minggu mulai dari tanggal 20 Juni 2012 sampai dengan 27 Juni 2012. Adapun yang diwawancarai adalah subjek murid SMPN 1 Syamtalira Bayu. Wawancara ini untuk mendapat sejumlah data yang sistematis, konkrit, dan fakta.
Adapun dari wawancara diatas, maka wawancara ini dilakukan secara terpimpin, wawancara terpimpin adalah tanya jawab yang terarah untuk mengumpulkan data yang relevan saja.
c.       Dokumentasi
Dokumentasi adalah suatu data tertulis yang diperoleh dari dokumen-dokumen seperti data struktur sekolah, data guru, data murid, dan sarana prasarana.


4.      Teknik analisis data
Teknik analisis data dibagi menjadi dua bagian. Yaitu deduksi dan reduksi. Deduksi ialah menyimpulkan data dari besar menjadi kecil, sedangkan reduksi ialah menyimpulkan data yang sudah ada dengan cara dari yang kecil kepada yang lebih besar.










  

DAFTAR KEPUSTAKAAN
Silaban Sintong, Pendidikan Indonesia Dalam Pandangan Lima Belas Tokoh Pendidikan Swasta, Jakarta: Dasamedia Utama, 1993.
Departemen Pendidikan Nasional. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis  Sekolah. Jakarta: Dierjen Dikti, 2000.
Irawan Soehartono, Metode Penelitian social, (Bandung:  Remaja Rosdakarya).
Sugiono, Metode penelitian Kualitatif, Bandung:  Alfabeda, 2007
Dudarwan Danim, Menjadi Kualitatif, Bandung: Pustaka Setia, 2002




[1]Sintong Silaban, Pendidikan Indonesia Dalam Pandangan Lima Belas Tokoh Pendidikan Swasta, Bagian IV,( Jakarta: Dasamedia Utama,1993),  hal. 65.
[2] Soehartono Irawan, Metode penelitian social, Cet.VI, (Bandung: Remaja Rosdakarya), hal. 9.
[3] Danim Sudarwan, Menjadi kualitatif, Cet.I, (Bandung: Pustaka setia, 2002), hal. 32.
[4] Sugiyono, Metode Penelitian Kulitatif Kuantitatif, Cet. I, (Bandung: Al Fabeta, 2006), hal. 36

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar